koneksi berhasil

Rawat Jalan

16-09-2020

Dokter kulit dan kelamin adalah dokter spesialis yang menangani berbagai keluhan dan masalah kesehatan yang terkait kulit dan kelamin. Latar belakang pendidikannya adalah dokter umum yang sudah menyelesaikan pendidikan spesialis di bidang kesehatan kulit dan kelamin.

Bidang Kerja Dokter Kulit dan Kelamin

Secara klinis, bidang dermatologi dan venereologi terbagi dalam beberapa divisi, meliputi:

  • Dermatologi infeksi tropik
    Bidang ini berfokus pada penanggulangan penyakit infeksi kulit di daerah tropis. Beberapa contoh penyakit yang dipelajari dan diobati oleh dokter spesialis kulit dan kelamin terkait dermatologi infeksi tropik yakni selulitis, erisipelas (infeksi pada permukaan kulit yang disebabkan oleh kuman Streptococcus), dan infeksi jamur seperti kurap dan kandidiasis.
  • Dermatologi pediatrik
    Bidang ini berfokus pada penanganan penyakit kulit dan kelamin pada anak. Dokter spesialis kulit dan kelamin subspesialis dermatologi pediatrik menangani kelainan seperti tanda lahir dan hemangioma pada anak, penyakit kulit terkait alergi pada anak, penyakit genetik pada kulit seperti iktiosis dan epidermolisis, perawatan pengobatan penyakit kulit pada bayi dan anak, kelainan kulit akibat malnutrisi, infeksi kulit pada anak, dan kelainan kulit pada bayi baru lahir yang didapat saat kehamilan atau persalinan ibu.
  • Dermatologi kosmetik
    Bidang ini berfokus pada penanganan masalah kecantikan kulit, seperti bekas luka, kerontokan rambut, hingga perubahan kulit akibat usia. Dokter spesialis kulit dan kelamin subspesialis dermatologi kosmetik juga menangani penyakit kelainan pigmentasi kulit, hiperhidrosis osmidrosis, deposit lemak dan selulit, kelainan rambut, kebotakan dan hipertrikosis (kelainan pertumbuhan rambut), kelainan kuku yang bersifat kosmetik, dan yang terkait proses penuaan.
  • Dermatologi alergi dan imunologi
    Bidang ini berfokus menangani penyakit kulit yang berkaitan dengan alergi dan gangguan sistem imunitas tubuh. Dokter spesialis kulit dan kelamin subspesialis dermatologi alergi dan imunologi menangani dermatitis atopikdermatitis kontak alergi, psoriasis (penyakit peradangan kulit yang menahun), utikaria (biduran), angioedema (lapisan dalam kulit yang bengkak karena penumpukan cairan), dermatitis kontak iritan, serta penyakit kulit akibat kelainan autoimun.
  • Dermatologi geriatrik
    Bidang ini khusus menangani berbagai keluhan atau masalah kulit dan kelamin pada orang lanjut usia. Dokter spesialis kulit dan kelamin subspesialis dermatologi geriatrik menangani penyakit seperti pruritus, kelainan kulit akibat penuaan dan paparan sinar matahari kronis seperti lentigo senilis dan elastosis solaris (kulit tampak kuning dan menebal akibat sinar matahari), infeksi kulit pada lansia, kelainan kulit yang sering terjadi pada proses penuaan seperti dermatitis asteatotik, dan sindrom Favre-Racouchot.
  • Tumor dan bedah kulit
    Bidang ini berfokus pada prosedur diagnostik dan penanganan tumor atau kanker kulit, dan prosedur bedah kulit. Beberapa penyakit yang biasa ditangani oleh dokter kulit dan kelamin spesialistik tumor dan bedah kulit yaitu kanker kulit seperti melanoma, karsinoma sel basal dan skuamosa, beragam tumor jinak pada kulit, penyakit prakanker seperti penyakit Bowen (kanker kulit jinak yang mengganas) dan leukoplakia.
  • Penyakit menular seksual
    Bidang ini berfokus pada penanganan penyakit menular seksual. Dokter spesialis kulit dan kelamin subspesialis penyakit menular seksual (PMS) yang juga dikenal dengan istilah Infeksi menular seksual (IMS), menangani PMS yang disebabkan oleh bakteri seperti gonoresifilis, vaginosis bakterial; yang disebabkan virus seperti herpes genital; PMS yang disebabkan jamur dan parasit seperti pedikulosis pubis (kutu rambut kemaluan) dan kandidosis vagina.

Penyakit yang Ditangani Dokter Kulit dan Kelamin

Berikut beberapa penyakit yang ditangani oleh dokter spesialis kulit dan kelamin di antaranya:

  • Kelainan kulit akibat alergi dan gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti dermatitis numularisdermatitis seboroik, psoriasis, lichen planus, pitiriasis rosea, eritema, dermatitits atopik, dermatitis kontak alergi, reaksi alergi, contohnya alergi obat seperti pada sindrom Stevens-Johnson, dan lupus eritematosus diskoid.
  • Penyakit kulit terkait infeksi, seperti infeksi virus (herpes, kutil, dan herpes zoster), infeksi bakteri (impetigo, selulitis, dan kusta), infeksi jamur kulit, dan infeksi parasit pada kulit seperti kutu rambut dan kudis.
  • Kelainan pembentukan dan keratinisasi lapisan kulit epidermis, seperti 
TOP