koneksi berhasil

Rawat Jalan

16-09-2020

Dokter penyakit dalam atau internis adalah dokter yang menangani berbagai keluhan dan masalah kesehatan pada pasien dewasa dan lansia. Penanganan yang dilakukan mencakup semua organ tubuh bagian dalam.

Gelar dokter spesialis penyakit dalam atau SpPD diberikan kepada dokter yang sudah menempuh dan menyelesaikan Program Pendidikan Spesialisasi Ilmu Penyakit Dalam. Ilmu penyakit dalam adalah ilmu kedokteran yang menangani orang dewasa dan lansia, meliputi penyakit-penyakit non-bedah, mencakup hampir seluruh tubuh manusia dengan berbagai keluhan dan gejala penyakit.

Secara klinis, bidang ilmu penyakit dalam terbagi dalam beberapa subspesialisasi. Masing-masing dokter subspesialis (Konsultan) penyakit dalam akan menangani penyakit sesuai dengan bidang keilmuannya, yaitu:

Kompetensi atau Tindakan Medis yang Bisa Dilakukan Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Berikut ini adalah tindakan medis yang bisa dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam, di antaranya:

  • Mengevaluasi gejala pada pasien, untuk mendiagnosis suatu penyakit.
  • Memberikan layanan kesehatan preventif (pencegahan) dasar, seperti vaksinasi dewasa, melakukan upaya penurunan faktor risiko penyakit, menilai keberhasilan terapi, dan merencanakan tindak lanjutnya.
  • Melakukan pemeriksaan fisik dan serta menilai hasil pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah, elektrokardiogram (EKG), pemeriksaan fungsi paru, analisis cairan tubuh seperti urine dan dahak, foto Rontgen, USG, dan CT scan.
  • Memberikan pengobatan terkait diagnosis dan kondisi pasien.
  • Bersama dokter gizi, mengatur asupan nutrisi dan tatalaksana nutrisi yang terkait penyakit tertentu, misalnya diabetes mellitus, malnutrisi, obesitas, dan penyakit ginjal kronik.
  • Memberikan penanganan pada keadaan kritis dan kedaruratan medis.

Berikut daftar beberapa keterampilan klinis dokter spesialis penyakit dalam sesuai bidang spesialisasinya:

  • Bidang alergi imunologi klinik: vaksinasi dewasa, tes alergi misalnya dengan prick test dan skin test terhadap obat-obatan dan zat tertentu.
  • Bidang endokrinologi metabolik diabetes: pemeriksaan glukosa darah, perawatan luka kaki diabetes, pengawasan kadar gula darah selama pemberian obat antidiabetes, dan aspirasi kista tiroid.
  • Bidang gastroenterohepatologi: pemasangan pipa nasogastrik (NGT), pengambilan cairan di rongga perut, USG abdomen.
  • Bidang geriatri: pengkajian pasien lanjut usia, perawatan luka dekubitus, penanganan gangguan medis pada lansia termasuk aspek nutrisi dan psikologis.
  • Bidang ginjal hipertensi: pemasangan kateter folley, hemodialisis (cuci darah).
  • Bidang hematologi-onkologi medik: aspirasi sumsum tulang, biopsi sumsum tulang, penilaian hasil pemeriksaan pencitraan dan radionuklir, melakukan transfusi darah, mengatasi perdarahan aktif, pemberian agen antikanker (kemoterapi standar), terapi biologik dan terapi suportif pada kanker.
  • Bidang kardiovaskular: elektrokardiografi (EKG), basic cardiac life support, pemasangan kateter vena perifer, dan pengobatan pada penyakit jantung dan pembuluh darah.
  • Bidang pulmonologi: tes fungsi paru, pengambilan cairan di dalam rongga paru dengan atau tanpa panduan USG, terapi uap, terapi oksigen, interpretasi pemeriksaan foto Rontgen dada.
  • Bidang psikosomatik: psikoterapi dan menelusuri kondisi fisik dan psikologis pasien.
  • Bidang reumatologi: pengambilan cairan sendi dan pemberian obat suntikan pada sendi di berbagai sendi besar seperti lutut, memberikan tatalaksana terkait penyakit reumatologi.
  • Bidang tropik infeksi: pengambilan sampel darah, urine, nanah, dan feses pada penyakit infeksi, pencegahan infeksi nosokomial, penggunaan antibiotic, dan pengendalian resistensi antibiotik.

Peran dan Tugas Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Berikut beberapa peran dan tugas seorang dokter spesialis penyakit dalam:

  • Mendiagnosis dan menangani penyakit pada orang dewasa dan lansia, baik akut maupun kronis, melalui tindakan nonbedah.
  • Memberikan rekomendasi perawatan penyakit yang diderita pasien dewasa dan lansia.
  • Memberikan pemahaman tentang kesehatan secara umum kepada pasien, mencakup cara menjaga kesehatan dan pencegahan penyakit.

Kapan Harus Mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam?

Biasanya seseorang perlu menemui dokter spesialis penyakit dalam berdasarkan rujukan dari dokter umum terkait gejala-gejala yang dialami. Dokter penyakit dalam juga dapat merujuk pasien ke dokter konsultan spesialis penyakit dalam jika dibutuhkan. Misalnya ketika dokter menemukan kandung empedu Anda terkena kanker, maka dokter penyakit dalam dapat merujuk Anda ke dokter spesialis gastroenterologi untuk konsultasi dan memutuskan pengobatan apa yang tepat untuk menanganinya. Dokter spesialis gastroenterologi kemudian bisa saja merujuk Anda ke dokter bedah untuk melakukan tindakan pengangkatan kantung empedu jika diperlukan.

Jam Buka Pelayanan
  • Rawat Jalan | Setiap Hari06:00-21:00
  • IGD | Setiap Hari24 Jam